• Jl. Raya IX Sukamandi
  • (0260) 520157
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
61 dilihat       31 Agustus 2026

Kementan: 3.233 Hektare Sawah di Lamongan Berhasil Diselamatkan dari Dampak El Nino

Kementerian Pertanian melaporkan progres penanganan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, per tanggal 29 Agustus 2026. Dari total 3.450 hektare lahan padi yang terdampak kekeringan di tujuh kecamatan, seluas 3.233 hektare telah berhasil teraliri air, sementara sisa 217 hektare masih dalam proses penanganan.

Penanganan dilakukan melalui optimalisasi pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi di wilayah terdampak. Di Kecamatan Dekat, lahan padi berumur 40 hingga 45 hari setelah tanam seluas 397 hektare telah teraliri 380 hektare, menyisakan 17 hektare yang masih dalam penanganan. Kecamatan Karang Binangun dengan luas terdampak 248 hektare pada tanaman berumur 30 hingga 40 hari setelah tanam telah tuntas teraliri seluruhnya.

Penanganan serupa juga tuntas di Kecamatan Glagah, dengan luas terdampak 15 hektare pada tanaman berumur 46 hingga 60 hari setelah tanam yang telah teraliri seluruhnya. Kecamatan Kalitengah mencatat capaian penanganan terluas, yakni 1.855 hektare lahan berumur 0 hingga 40 hari setelah tanam yang telah teratasi sepenuhnya melalui kombinasi pompanisasi dan normalisasi saluran.

Sementara itu, Kecamatan Turi masih menyisakan pekerjaan terbesar. Dari 791 hektare lahan terdampak berumur 0 hingga 45 hari setelah tanam, baru 622 hektare yang teraliri, sedangkan 169 hektare masih memerlukan penanganan lanjutan. Kecamatan Sukodadi mencatat penanganan tuntas untuk 50 hektare lahan berumur 25 hingga 30 hari setelah tanam. Adapun Kecamatan Sugio, dari 94 hektare lahan berumur 25 hingga 45 hari setelah tanam, telah teraliri 63 hektare dengan sisa 31 hektare masih dalam proses.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi menghadapi kekeringan lahan akibat El Nino sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai program penguatan sektor pertanian di seluruh Indonesia. Penanganan cepat di Lamongan, menurutnya, merupakan bagian dari langkah mitigasi yang telah disiapkan jauh sebelum ancaman kekeringan meluas, dengan pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi sebagai instrumen utama menjaga musim tanam petani.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Arief Cahyono, menambahkan bahwa capaian pengairan 3.233 hektare dari total 3.450 hektare lahan terdampak menunjukkan langkah cepat jajaran di lapangan. "Sisa 217 hektare, khususnya di Kecamatan Turi dan Sugio, terus dikawal agar segera tuntas," ujarnya.

Keberhasilan penanganan kekeringan di Lamongan tidak lepas dari sinergi lintas instansi. Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan, jajaran Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan, serta Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan dari Kementerian Pertanian. Kolaborasi seluruh pihak tersebut menjadi kunci percepatan pengairan lahan terdampak kekeringan di lapangan.

Kementerian Pertanian menyatakan koordinasi dengan Penjabat Gubernur Jawa Timur dan pemerintah daerah Kabupaten Lamongan akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh lahan terdampak kekeringan dapat teraliri secara menyeluruh dalam waktu dekat.

Prev Next

- BBPSI Padi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Mentan Amran, Dua Tahun Berkinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih
    11 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Amran: Mayoritas Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Rakyat Dirugikan
    07 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Amran Pastikan Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino: Produksi Tetap Kuat, Surplus Terjaga
    07 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Kunker Mentan Amran ke BRMP Padi, Uji Teknologi PM-AAS Bisa Dongkrak Produktivitas Padi
    02 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Beri Combine Harvester untuk Buruh Tani dan Ganti Traktor yang Dicuri
    01 Sep 2026 - By BBPSI Padi

tags

Dampak El Nino Kekeringan

Kontak

(0260) 520157

[email protected]

Jl. Raya IX, Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat

Kode Pos 41256

Whats App : 085756420179

www.padi.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi. All Right Reserved